Rabu, 09 Juli 2014

KARYA : PEMILIK SENDAL KJEPIT Seorang pemuda miskin sudah lama menalin hubungan dengan seoarang anak bangsawan kaya “kita singkat saja ABK “, hubungan mereka kurang baik akhir-akhir. Pemuda miskin ini merasa minder dengan keadaannya yang susah berbeda dengan ABK yang serba mewah, dan juga ia merasa tidak cocok dengan kecuekan si ABK. Pemuda ini sering curhat dengan teman karip wanitanya “ kita singkat TKW “ mereka sudah lama berteman, ia mencerutakan semua keluhannya selama ia berhubungan dengan ABK, si TKW juga sering bercerita tentang masalahnya dengan pacarnya yang akhir akhir ini sering bertekak. Mereka sering curhat satu sama lain dan sering menyelesaikan masalah dan mereka merasa cocok, tanpa mereka sadari merekapun saling jatuh cinta. Suatu hari sang pemuda mengungkapkan perasaannya kepada si TKW bahwa ia jatuh cinta, dan TKW pun merasakan hal yang sama, si pemuda bertanya “ maukah kamu mejalani hubungan dengan saya? “ si TKW bingung “ bagaimana dengan pacar-pacar kita? “ dengan mudahnya pemuda menjawab “ abaikan mereka, saya merasa kita memiliki kemistri yang cocok, kita jalani saja hubungan ini tanpa diketahui siapapun”, “ oke kita jalani hubungan ini”. Lalu mereka menjalani hubungan indah ini, mereka berpikir mereka harus memutuskan pacar-pacar mereka satu persatu tanpa membuat kecurigaan. Selang beberapa hari si pemuda pun putus dengan ABK tetepi timbul rasa penyesalan yang mendalam dalam hati si pemuda miskin, ia baru menyadari bahwa si ABK benar-benar mencintainya tanpa memandang keadaannya, tapi itu hanya tinggal penyesalan. Sekarang ia sudah mempercayakan seluruh hatinya kepada TKW yang menjadi pacarnya sekarang, tak berapa lama TKW juga putus dengan pacarnya, kini hanya ada mereka berdua. Selama beberapa lama mereka menjalani hubungan ini mereka membuat kesepakatan “ Tidak ada kata berpisah dari kita dan tak ada yang akan meninggalkan satu sama lain” dalam beberapa waktu janji ini berlaku. Dan pada suatu malam si TKW bertanya “ apa kamu yakin ingin meneruskan hubungan ini ?” dengan bingung pemuda “ saya yakin, kenapa ?” , “ saya rasa hubungan kita ckup sampai disini, saya masi mencintai mantan pacar saya” lalu pemuda menerima dengan hati yang sedih mata yang penuh dengan linangan air mata, lubang hidung kembang kempis, ia merasa di khianati, ia menerima keputusan ini dengan lapang dada, hubungan merekapun terhenti sampai disitu. Tetapi pemuda ini masi mengharapkan cinta TKW. Setelah kesedihan itu menghilang ia merindukan mantan pacarnya ABK, ia mencoba mendekati anak bangsawan itu lagi, tetapi malangnya ABK sudah mempunyai pacar dan tak lain tak bukan adalah teman pemuda itu sendiri yang sudah lama mengincar ABK. Iapun merasa menyesal dengan apa yang ia buat dulu kepada ABK yang sudah jelas mencintainya. Ia merasa sebagai lelaki bodoh, ia ingin hilang ingatan. BERSAMBUNG.....